TUGAS MANAJEMEN KELOMPOK KE-3
Nama kelompok :
Afni Wulandari (10514407)
Hazizah Hafizah (1C524974)
Tri Bintang K (1A514832)
Wulan Sundari (1C514329)
Kelas : 3PA18
Universitas Gunadarma
2016/2017
A.
Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah bagian
penting manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen. Kepemimpinan merupakan
kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar
bekerja mencapai tujuan dan sasaran.
Menurut stoner,
kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan
pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling
berhubungan tugasnya. Ada tiga implikasi penting dari definisi tersebut:
1.
Kepemimpinan menyangkut orang
lain – bawahan atau pengikut. Kesidiaan mereka untuk menerima pengarahan
pemimpin para anggota kelompok membantu menentukan status pemimpin dan membuat
proses kepemimpinan dapat berjalan.
2.
Kepemimpinan menyangkut suatu
pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota
kelompok. Para pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan kegiatan para
anggota kelompok, tapi para anggota kelompok tidak dapat mengarahkan kegiatan
pemimpin.
3.
Selain dapat memberikan
pengarahan pada bawahan, pemimpin dapat juga mempergunakan pengaruh. Para
pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan tetapi dapat juga mempengaruhi
bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya.
B.
Sumber dan bentuk kekuasaan
Kekuasaan dapat diperoleh
karena posisi seseorang (kekuasaan jabatan) dan karena pengaruh pribadi atas
orang lain. Di dalam organisasi kedua macam kekuasaan tersebut dapat terjadi.
Kekuasaan jabatan bergantung kepada
setinggi apakah jabatan yang dimiliki seseorang. Semakin tinggi jabatan, akan
semakin tinggi pula kekuasaan yang diperoleh. Meskipun demikian, dalam hal
tertentu kekuasaan yang dimilikinya juga dibatasi oleh kekuasaan yang dimiliki
orang lain.
Kekuasaan pribadi bergantung kepada sejauh
mana orang lain mempercayai, mendukung, menghormati dan terikat kepada pemegang
kekuasaan pribadi.Demikian pula, di dalam organisasi kekuasaan seringkali
cenderung berlangsung secara timbal balik antara atasan dan bawahan. Hal ini
dimungkinkan oleh adanya saling membutuhkan di antara mereka. Atasan mempunyai
kekuasaan atas bawahan, tetapi sebaliknya bawahan juga dapat mempengaruhi
kekuasaan yang dimiliki atasan dengan hasil karya (kinerja) yang ditunjukkan
oleh bawahan.
Menurut French dan Raven (1968),,
Bentuk-bentuk kekuasaan :
1. Coercive Power (Paksaan)
Mempunyai
kemampuan untuk memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti
arahan-arahan yang tidak mengikuti pemimpinnya.Dari sisi orangnya ia mempunyai
penguasa, kemampuan untuk menghukum atau memperlakukan seseorang yang tidak
melakukan perintahnya. dan orang lain mempunyai rasa takut terhadap orang
tersebut. Contoh: Di dalam suatu keluarga ada seorang yang paling tua diantara
yang lain, jadi setiap ada acara dan keluarga semua kumpul ketika ia
memerintahkan seseorang tidak ada yang berani menentang dan biasanya seluruh
keluarga menuruti perintah dia karena takut.
2. Insentif power ( imbalan )
Pematuhan yang
dicapai berdasarkan kemampuan untuk membagikan imbalan yang dipandang oleh
orang lain sebagai berharga. Imbalan adalah sesuatu yang meningkatkan frekuensi
kegiatan seorang pegawai. Sesuatu dinamakan imbalan atau bukan, tergantung pada
keseluruhan pengaruh terhadap perilaku pegawai. Jika kinerja seorang pegawai
diikuti oleh sesuatu dan kinerja lebih sering terjadi di saat kemudian setelah
sesuatu, maka sesuatu tersebut disebut imbalan. Imbalan dalam pekerjaan
memungkinkan sebuah kinerja akan diulang pada waktu yang akan datang. Contoh
:seorang mahasiswa yang ingin mendapatkan nilai yang bagus dengan dia selalu
mengerjakan tugas dari dosen serta selalu aktif dalam kelas.agar mendapatkan
imbalan suatu nilai yang bagus.
3. Legitimate power ( sah /
resmi )
Kekuasaan yang
diturunkan seseorang karena wewenang, biasanya mencakup kekuasaan paksaan.
upaya untuk membedakan antara cara-cara yang dapat dibenarkan dengan yang tidak
dapat dibenarkan. Tidak ada campur tangan orang lain dan memberikan oleh
seseorang. Contohnya : kekuasaan jenderal terhadap para prajurutnya, kekuasaan
kepala sekolah terhadap guru-gurunya.
4. Expert ( pakar atau keahlian
)
Kekuasaan
berdasarkan pada keahlian khusus. Seseorang yang secara luas diakui sebagai
dapat diandalkan sumber teknik atau keahlian yang fakultas untuk menilai atau
memutuskan dengan tepat, adil, atau bijaksana adalah diberikan kewenangan dan
status oleh rekan-rekan atau publik baik yang spesifik - dibedakan domain.
Ahli, lebih umum, adalah orang yang luas pengetahuan atau kemampuan berdasarkan
penelitian, pengalaman, atau pekerjaan dan dalam bidang studi tertentu. Seorang
pakar dapat, berdasarkan pelatihan, pendidikan, profesi, publikasi atau
pengalaman yang di yakini memiliki pengetahuan khusus dari suatu subjek lebih
dari itu dari rata-rata orang, contoh :seorang klien yang menceritakan masalah
rumah tangganya kepada psikolog klien percaya bahwa psikolog tersebut dapat
membantu klien dalam memberikan saran.
5. Referent power ( kekuasaan
rujukan )
Pengaruh yang didasarkan pada
pemilikan sumber daya atau ciri pribadi yang di inginkan oleh sseorang.
Referent Power (kekuasaan rujukan) adalah kekuasaan yang timbul karena karisma,
karakteristik individu, keteladanan atau kepribadian yang menarik. Contoh :
seseorang yang sangat mengidolakan idolanya sampai koleksi foto bahkan gaya
dari sang idola tersebut fans mengikutinya.
6.
Kepemimpinan dan Aplikasi Kekuasaan
Seseorang yang berusaha
mempengaruhi perilaku kelompok, maka ia disebut sedang melaksanakan
kepemimpinan. Penggunaan kekuasaan tertentu akan membuat kepemimpinan tertentu
yang sesuai tingkat kematangan bawahan menjadi lebih efektif. Hal ini berkenaan
dengan kenyataan bahwa konsep kekuasaan bersifat multidimensional dan bahwa
gaya kepemimpinan efektif bersifat situasional.Dengan kata lain bahwa
keberhasilan kepemimpinan berkaitan dengan tingkat kematangan bawahan dan juga
oleh penggunaan sumber dan bentuk kekuasaan yang dimiliki atasan.
C.
Kesimpulan
Kepemimpinan adalah
kemampuan untuk mengantisipasi,melihat kedepan,mempertahankan fleksibelitas dan
memberdayakan orang lain untuk menciptakan perubahan strategis yang diperlukan.
Kekuasaan adalah
kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan
kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan.kewenangan tidak
boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang
atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku oramg atau kelompok lain sesuai
dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau kekuasaan merupakan
kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berprilaku sesuai kehendak yang memengaruhi
(Ramlan Surbakti, 1992).
Saran
Adapun saran yang kami
berikan,melalui pembahasan kepemimpinan dan kekuasaan ini,diharapkan mahasiswa
dapat memahami arti kepemimpinan dan kekuasaan ini,diharapkan mahasiswa dapat
memahami arti kepemimpinan dan kekuasaan,selain itu mahasiswa juga dapat
menerapkan sikap sebagai pemimpin ysng hebat pada kehidupan pribadi maupun dalam
sebuah organisasi.
Daftar Pustaka
Kartono,Kartini.2003.Pemimpinan
dan Kepemimpinan.Jakarta: PT.Raja gravindo persada wheatley,Margaret
J.2002.Kepemimpinan Dalam Dunia Baru. Jakarta: Abdi tandur Alma,
Buchari.2013.kewiraushaan untuk mahasiswa dan umum. Bandung: Alfabeta Jhon C,
Maxwellm.2011.The 5 Levels Leadership. Surabaya: Mic Publising
Handoko, T.H.(2013). Manajemen edisi kedua. Yogyakarta:
BPSE-Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar