Selasa, 30 Desember 2014

Manusia dan Tanggung Jawab Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu: a) Kewajiban terbatas b) Kewajiban tidak terbatas Pengertian Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri. Macam-Macam Tanggung Jawab Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu : 1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri. 2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. 3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut. 4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya. 5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya. Pengabdian dan Pengorbanan Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan. Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman.. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. Daftar pustaka: Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang bersifat kodrati, karena menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya, yaitu terdiri dari tiga macam: 1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. 2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut. 3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. B. CITA-CITA Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor, manusia yang memiliki cita-cita, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan, dan seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai. 1. Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khyalan saja. 2. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita. 3. Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit. Tetapi bagaimana faktor manusianya, mampukah yang bersangkutan mencapainya; demikian juga faktor kondisinya memungkinkan hal itu, apakah dapat merupakan pendorong atau penghalang cita-cita. Sementara itu ada lagi anjuran, agar seseorang menempatkan cita-citanya yang sepadan atau sesuai dengan kemampuannya. Pepatah mengatakan “bayang-bayang stinggi badan”, artinya mencapai cita-cita sesuai dengan kemampuan dirinya. Anjuran yang terakhir ini menyebabkan seseorang secara bertahap mencapai apa yang diidam-idamkan. Pada umumnya dilakukan dengan penuh perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki saat itu serta kondisi yang dilaluinya. C. KEBAJIKAN Kebajikan, kebaikan, atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik,karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah seorang pribadi yang utuh, yang terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah bila manusia meninggal. Karena merupakan pribadi, manusia mempunyai pendapat sendiri, ia mencintai diri sendiri, perasaan sendiri, cita-cita sendiri, dan sebagainya. Justru karena itu, karena mementingkan diri sendiri, seringkali manusia tidak mengenal kebajikan. Manusia merupakan makhluk sosial, yang hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk Tuhan, diciptakan Tuhan dan dapat berkembang karena Tuhan. Untuk itu manusia dilengkapi dengan kemampuan jasmani dan rohani, juga fasilitas alam sekitarnya seperti tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan. Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal, yaitu: 1. Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. 2. Faktor lingkungan (environment). Lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir. Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. 3. Faktor pengalaman yang khas yang pernah diperoleh. Baik pengalaman pahit yang sifatnya negatif, maupun pengalaman manis yang sifatnya positif, memberikan pada manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan. D. USAHA/PERJUANGAN Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelnjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia itu miskin, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri. Karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersantai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia mengatur waktunya itu. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan. Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan antara sesama manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong-menolong, bergotong royong. E. KEYAKINAN/KEPERCAYAAN Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu: 1. Aliran Naturalisme Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan, mungkin juga tidak ada Tuhan. Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agam itu ada dua macam, yaitu: a) Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agamanya bersifat mutlak (absolut), terdapat dalam kitab suci Al-Quran dan Hadist. Sifatnya tetap, tidak berubah-ubah. b) Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas). Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman. 2. Aliran Intelektualisme Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. 3. Aliran Gabungan Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal, kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib Tuhan diakui adanya, tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK 1) Mengenal Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yang merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. 2) Mengerti Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. 3) Menghayati Dalam menghayati, pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. 4) Meyakini Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. 5) Mengabdi Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. 6) Mengamankan Langkah terakhir yang merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu. Daftar Pustaka http://ibdbayuerfiyanto.blogspot.com/2010/04/ibd-bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.html Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. (1991). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Univesitas Gunadarma
Pertemuan ke-7 Pengertian Keadilan Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. PENGERTIAN KEADILAN Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana. Contoh Keadilan: Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara. KEADILAN SOSIAL Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing. 5 Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap: Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni : 1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. 2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. 3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan 4. Sikap suka bekerja keras. 5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama. Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu : 1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan. 2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan. 3. Pemerataan SumberSUMBERpembagian pendapatan. 4. Pemerataan kesempatan kerja. 5. Pemerataan kesempatan berusaha. 6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita. 7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air. 8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. BERBAGAI MACAM KEADILAN a) Keadilan Legal atau Keadilan Moral Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal. b) Keadilan Distributif Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andai kata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil. c) Komutatif Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat. Contoh : Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono. KEJUJURAN Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa. KECURANGAN Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita. Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu: 1. Aspek ekonomi 2. Aspek kebudayaan 3. Aspek peradaban 4. Aspek tenik Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk. PEMULIHAN NAMA BAIK Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk. PEMBALASAN Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan. Contoh Pembalasan Contoh Pembalasan positif: Andi adalah seorang yang sederhana namun sangat dermawan, dia suka membagi bagikan separuh dari hasil berdagang kecil kecilannya untuk kaum yang membutuhkan, suatu hari kedermawanan andi diketahui oleh seorang saudagar kaya raya, setelah saudagar tersebut membuktikan apa yang dikatakan orang orang, lalu saudagar itu memberikan harta yang sangat banyak sebagai hadiah untuk andi dikarenakan dia banyak membantu orang orang yang sangat membutuhkan. Andi sangat bersyukur karena kedermawanannya tidak membuat nya jatuh miskin, malah sebaliknya. Contoh Pembalasan Negatif: Budi adalah seorang yang sangat miskin, dia akhirnya memilih untuk mencuri sebagai jalan untuk mendapatkan uang, dia mencuri sebuah televisi yang ada di rumah andi, namun sangat disayangkan, aksi Budi terlihat oleh seseorang warga yang kebetulan sedang melewati rumah andi, maka ditangkap dan dipukulilah Budi, dan diseret ke kantor polisi sebagai akibat dari perbuatan jahatnya. SUMBER : http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-keadilan.html

Senin, 10 November 2014

IBD 6

BAB 6 . MANUSIA DAN PENDERITAAN A. PENGERTIAN PENDERITAAN Penderitaan itu berasal dari kata derita dari bahsa sansejerta dhara yang artinya menanggung atau menahan yang derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak enak terjadi si hati. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Baik dalam Al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umunya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan. B. SIKSAAN Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga benipa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang betheda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan bani, kematian dalam keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius. Tanpa pengobatan anak-anak yang menderita phobia sekolah dapat berkembang menjadi agoraphobia yang parah bila mereka sudah biasa. Kesukarannya adalah, bahwa orang tua sulit membedakan antara kemalasan yang kadang-kadang timbul dan phobia yang sebenarnya. Umumnya ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli – ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli – ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemanya dan tidak perlu menemukan sebab sebabnya supaya mendapat perawatan dan pengobatan. C. KEKALUTAN MENTAL Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala-gejala pennulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah : nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. Tahap-taham gangguan kejiwaan adalah : gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita balk jasmani maupun rokhaninya usaha mempertahankan diri dengan cars negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pads orang yang tidak menderita ganguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut : a. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sexing menyebabkan yang bei angkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya. b. terjadinya konflik sosial budaya akibat nonna berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu. c. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie. Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah PENDERITAAN DAN PERJUANGAN. Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya. PENDERITAAN, MEDIA MASA, DAN SENIMAN Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di­Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran. Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga pars pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut : A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/ azab Tuhan PENGARUH PENDERITAAN Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bemiacam-macam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kernudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dart penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Apabila sikap negatif dan sikap positif.ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.

TUGAS IBD BAB 5

BAB 5 MANUSIA DAN KEINDAHAN A. KEINDAHAN Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. . Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. APAKAH KEINDAHAN ITU ? Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–“beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni: a) keindahan dalam arti yang luas b) keindahan dalam arti estetis mumi c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur.) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni keindahan alam keindahan moral keindahan intelektual Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat. Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits (beaty is unity of formal relations of our sense perceptions). Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat. NILAI ESTETIK Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut : “The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan). Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu ha! lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh : (1) puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik. c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ? Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan. 1) Tata nilai yang telah usang Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa. Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan. KEINDAHAN MENURUT PADNAGAN ROMANTIK Dalam buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata : A thing of beuty is a joy forever its loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dalam sajak di atas, Keats mengambil bahannya dari Endymion yang terdapat dalam mitologi Yunani kuno. Endymion dalam mitologi itu sendiri mempakan penjabaran dari konsep keindahan pada jaman Yunani kuno. Menurut mitologi Yunani ini, Endymion adalah seorang gembala yang oleh pars dewa diberi keindahan abadi. Dia selalu muda, selamanya tidur, dan tidak pemah diganggu oleh siapapun. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jurnlahnya. Mereka mempunyai negatif capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.

Rabu, 05 November 2014

3. KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN.
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN.
Seni termasuk memegang peranan yang penting. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibandingkan dengan cabang “The Humanities” yang lain. Seperti bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilainilai kemanusiaan yang disampaikan normative.
Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena nonnormatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Hamoir setiap jaman, seni memiliki peranan yang penting, karena sastra menggunakan bahsa, sementara itu bahasa mempunyai kemamouan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan filsafat, manusia menggunakan bahsa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia menggunakan bahasa.
Sastra juga didukung oleh cerita, dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan lebih mudah mengemukakan gagasan dalam bentuk yang tidak normative. Seni yang lain juga menarik cerita tetapi ada kesulitan saat mengemukakan gagasannya. Misalnya pada music dan tarian kata-katanya akan larut padamelodi dan pada gerakannya.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester. Sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimasukkan untuk menddik ahli-ahli dalam salah satu bidang-bidang keahlian yang termasuk dalam pengetahuan budaya “The Hmanities”. Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra misalnya, manusia tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra. Memang seperti cabang-cabang The Humanities lainnya, dalam ilmu budaya dasar sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, music, senirupa, dan lain-lain.
B. BUDAYA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa adalah salah sau jenis tulisan yang dibedakan dengan Puisi karena variasi ritme (rhytm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasa dari bahasa latin “prosa” yang berarti “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
Unsur-unsur intrinsic salam prosa :
·         Tema inti dari prosa yang disampaikan .
·         Amanat atau Pesan nasihat yang disampaikan pada pembaca
·         Plot atau Alur rangkaian pristiwa yang berbentuk cerita
·         Perwatakan atau karakteristik atau juga penokohan adalah cara sipengarang membentuk, menyampaikan, menggambarkan watak tokoh
·         Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
·         Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai sipelaku
·         Sudut pandang org ketiga adalah pengarang bukan sebagai pelaku
·         Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi, atau suasana berlangsungnya peristiwa.
·         Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahsanya.
Jenis-jenis didalam prosa
Prosa lama :
1.       Dongeng
Merupakan cerita yang bnayak diwarnai pristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contohnya : SIKANCIL YANG CERDIK atau PUTRI TIDUR
2.       Hikayat
Karya sastra lama yng berbentuk riwayat yang mengisahkan hal-hal diluar kenyataan yang berkembang dilingkungan istana
v  Bersifat istana sentris
v  Anonym
v  Berkembang secara stetis
v  Bersifat imajinatif, bersifat khayalan
v  Lisan, karena disebarkan lewat mukut ke mukut
v  Memakai nahsa KLISE
v  Bersifat logis menggunakan logika sendiri sesuai dengan logika sendiri
3.       Sejarah
Cerita yang perna terjadi di masa lampau, contoh : batu malinkundang atau batu menanggis
                                Prosa Baru :
1.       Cerita pendek
2.       Roman/novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi
C. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai karya sastra yang mengandung unsur cerita secara langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita berate prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, yaitu:

a.       Prosa fiksi memberikan kesenangan
b.       Prosa fiksi memberikan informasi
c.        Prosa fiksi memberikan warisan kultural
d.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø  Karya sastra menyurakin aspirasi zaman, mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya.
Ø  Karya sastra yang menyurakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi merenung.
contoh prosa
BUKU LAYAR BERKEMBANG
Karya SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA
Ditepi jalan terlihat kepadanya beberapa batang berkemabang setahun yang lebat berbungga.
“hei, Kembang setahun tumbuh disini ? betapa indah rupa sebanyak bungannya “
Sementara yusuf dengan pesat mengamati gadis yang dekat dihadapannya itu. Rambutnya yang hitam lebat terenyam. Mukanya yang merah bercahaya tersenyum ditahan. Sebentar terasa kepadanya tangan yang halus itu begetar pad dada bajunya.
Dari mulut keluarlah ucapan, agak bergetaran tetapi menyeruakkan kepastian seseorang yang yakin akan kemungkinannya.
“tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya juga”
Maria tiada membantah, tetapi mukanya yang pucat itu dia tundukkan kebawah tanpa berkata apa-apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya, mesra seperti hendak tiad dilepaskannya lagi. Perlahan-lahan yusuf mengangkat muka maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya.
“maria lihat saya sebentar”
Pada mata maria tampak padanya berlinang air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk pertama kali seumur hidupnya.
“maria,maria tahulah engkau sayan cintai kepadamu?”
Badan maria melemah jatuh ke tangan yusuf dan seraya menengadah dengan pandangan penyerahan, keluar kepadanya bisik lesu hamper-hampir tidak kedengaran.
“lama benar engkau menyuruh saya menanti katamu..”
Didalam kutipan tadi terlihat betapa mesra kedua orang remaja merintis cinta kasih. Melalui perkenalan, tamasya barulah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada maria. Cinta yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama menanti kata cinta yang dikatakan yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekuensinya juga kaitannya.
 D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi merupakan karya sastra dan tidak ada hubungannya dengan IBD tapi seni sastra juga merupakan bagian dari kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan.
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan, melalui media bahasa dengan arististik/ estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan dengan kata-kata jadi disimpulkan bahwa puisi merupakan ungkapan jiwa dari penulisnya.
Puisi dapat digambarkan apa-apa saja yang dirasakn oleh sipenulis. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan FIGURA BAHASA, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori,dll.
Kata-kata ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir :
Kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa asosiasi tertentu.
Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggungah hati.
Beberap alas an mengapa puisi dikaitkan dengan Ilmu Budaya Dasar .
1.       Karena puisi merupakan kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan.
2.       Puisi mencerminkan budaya sipenulis
3.       Puisi memiliki berbagai gaya bahsa dan bahasa adalah salah satu unsur dari kebudayaan
Contoh dari puisi :
Memilih
Karya : hazizah hafizah


Hilang sudah fikiranku
Hidupku yang bahagia sudah tiada
Hilang sudah kebahagianku
Menghilang satu dari hidupku

Memilih ?
Aku tidak ingin kehilangan
Ku tidak ingin hidupku kurang
Aku hanya ingin segenggam kebahagianku

Satu kekasihku, satu keluargaku
Apakah hidup memang harus memilih ?
Tuhan ? apakah aku memang diharuskan memilih ?
Aku tak ingin kebahagianku yang sedikit ini berkurang

Tuhan
Aku mencintai keduanya
Apa ini hidup ?
Apa ini yang kujalani ?

Aku tak ingin memilih !
Aku tak ingin kehilangan !
Aku ingin bahagia, bersama mereka
Tanpa harus memilih !








PUSTAKA :
(sumber buku MKDU Ilmu Budaya Dasar,  Widyo Nugroho, Achmad Muchji penerbit Gnadarma)
http://wikipedia.pengertian.manusia. Bersadarkan.ilmubudayadasar.pdf



DAFTAR ISI
MANUSIA
HAKEKAT MANUSIA
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
PENGERTIAN BUDAYA
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
WUJUD KEBUDAYAAN
ORIENTASI NILAI BUDAYA
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN








1.            MANUSIA DAN KEBUDAYAAN .
        Manusia dan kebudayaan adalah hal penting yang terkait antara satu sama lain. Di dalam bab 2  ini akan menjelaskan tentang manusia dan kebudayaan. Dan disini akan diberikan uraian yang lebih kuat tentang pembahasan IBD.

A.    MANUSIA
              Manusia di dunia mempunyai salah satu peranan yang penting dan juga unik, serta dapat dipandang dari banyak segi. Dari ilmu ekstakta manusia di pandang sebagai kumpulan-kumpulan partikel atom yang memiliki jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (Ilmu Kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait atu sama lain dan merupakam kumpulan dari energy (Ilmu fisika). Manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan jenis mamalia (Ilmu Biologi). Dan dalam Ilmu social, manusia adalah makhluk yangselalu ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan kegiatannya, sering disebut dengan “Homo Economicus” (Ilmu Ekonomi), manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (Sosiologi).mahkluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahkluk yang berbudaya, sering disebut “Homo Humanus” (filsafat).
              Dua pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
a.        Manusia terdiri dari empat unsur, yaitu :
v  Jasad   : badan kasar manusia yang Nampak luarnya, dapat diraba, dirasakan dan dapat menempatkan waktu pada dirinya bersifat nyata
v  Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
v  Ruh     : bimbingan dari pimpinan tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu kemampuan yang menciptakan sifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
b.        Manusai sebagai satu kepribadian, yaitu :
v  Id yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan yang paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni atau energy psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius).
v  Ego, mruoakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalan penguhungan energy id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.ego akan berkembang apa satu atau dua tahun, dan pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungan sekitarnya,
v  Superego, merupakan sturuktur kepribadia paling akhir muncul superego ini kira-kira pada usia 5 tahun beda dengan Id dan Ego superego ini terbentuk dari lingkungan eksternal.

B.    HAKEKAT MANUSIA.
a.       Hakekat manusia.
Tubuh, tubuh itu yang bisa dilihat, diraba, dan dirasakan namun tubuh tidak bersifat abadi jika menusia meninggal maka tubuh akan lenyap dan menghilang(hancur). Jiwa, jiwa berada dalam tubuh manusia bersifat abadi, tidak terlihat dan abstrak, jika manusia meninggal maka jiwa akan lepas dari tubuh dan akan kembali ke asalnya yaitu Tuhan . jiwa tidak akan hancur karna jiwa adalah Roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan tercipta dari adab dan budaya, karna manusia diciptakan dengan akal, pikiran, perasaan dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia.dengan akal dan pikiran mereka dapat mencipakan ilmu pengetahuan dan teknologi, adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia menciptakan keindahan, ketentraman dan kebaikan. Dan dengan perasaan manusia mampu mencipakan seni , dalam diri manusia perasaan dibagi menjadi dua yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani .
Perasaan inderawi itu adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatannya rendah dan terdapat pad manusia atau juga binatang. Perasaan rohani adalah perasaaan yang luhur yang terdapat pada manusia :
1.     Perasaan intelektual ini penyangkut tentang pengetahuan, misalnya seseorang merasa senang bila mereka mengetahui sesuatu atau juga mereka akan sedih jika merka tidak mengetahuimya.
2.     Perasaan estetis ini menyangkut dengan keindahan misalnya seseorang akan merasa senang apabila melihat atau mrasakan atau mndengar sesuatu yang menurutnya indah dan akan kesal apabila tidak indan menurutnya.
3.     Perasaan etis perasaan ini menyangkut tentang kebaikan dia akan merasa senang bila merasa sesuatu itu baik dan merasa kesal apabila merasa sesuatu itu jahat.
4.     Perasaan diri ini menyangkut tentang harga diri karena ada kelebihan diri dari yang lain misalnya dia merasa angkuh, sombong dan bangga yang belebihan karena kelebihan yang dia peroleh dan merasa rendah apabila merasa banyak kekurangannya dari yang lain .
5.     Perasaan social, ini menyangkut tentang perkelompok antara satu sama lain, misalnya melihat orang lain senang maka dia juga akan ikut senang, atau melihat orang sedih dia juga akan ikut sedih dalam arti ikut merasa kehidupan orang lain.
6.     Perasaan religious perasaan yang berperanan dengan agama atau kepercayaan. Seorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada tuhannya.

c.       Makhluk biokultular, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia adalah produk dari saling berinteraksi dari factor-faktor hayati dan budayawi, sebagai makhluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan lain-lain. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi kekerabatan, kemasyarakatan, psikologi social, kesenian,ekonomi, perkakas, bahasa, dan lainlain.
d.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang fisuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk almiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat lamiah dan tunduk pada sifat alamiah juga.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf yaitu, estatis, etis, dan religious. Dengan kehidupan estatis manusia mampu menangkap kehidupan dunia disekitarnya sebagai kehidupan yang mengagumkan, dalam kehidupan etis manusia meningkatkan kehidupan etatis kedalam tingkatan manusiawi dalam bentuk keputusan yang bebas dan dapat dipertanggung jawabkan. Dan dengan kehidupan religious manusia menghayati pertemuannya dengan tuhan.
C.     KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR.
Kepribadian bangsa timur merupakan yang menganut budaya dari Timur (Asia,&Timur-Tengah), yang menunjukkan keKhasan dan pola piker dan kebiasaa mereka yang di dapat dari daerah Timur, kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktip dalam mengutarakan aspirasi rakyat. Seperti di Negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk sambil memegang poster protes dan di Negara Thailand mereka berdemokrasi dengan tertib dan damai. Kepribadian bangsa timur juga identic dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai Negara yang mencerminkan Negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik, misalnya Masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa, sebagian mereka bertutur kata yang lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang-orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun keturunannya.
D.    PENGERTIAN BUDAYA
Kebudayaan berasal dari kata kultur yang dalam bahasa latin adalah cultural (kata kerjanya, colo, colore) dan artinya memelihara atau mengerjakan, mengolah. Pengertian ini berkembang menjelang abad 18 melalui karangan herder tentang sejarah semesta, Ideen Zur Geschicte de Menscheit, dan karangan Klem berjudul Allagemeine Culturgesschichte der Menscheit. Dalam analisa kedua tokoh ini perkataan kultur atau kebudayaan dalam arti yang modern mendapat arti tingkat kemajuan, yaitu tingkat pengerjaan atau pengolahan yang dicapai manusia pada suatu ketika dalam perjalanan sejarah. Lebih jauh Alis Jahbana menyebutkan bahwa terdapat (tujuh) pengolahan definisi kebudayaan, yaitu pertama menekankan kenyataan bahwa budaya itu adalah suatu keseluruhan yang kompleks, yang terjadi dari unsur-unsur yang berbeda seperti pengetahuan, kepercayaan, seni, hokum, moral, adat istiadat, dan segala kecakapan yang lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kedua, menekankan sejarah kebudayaan, yang memandang kebudayaan sebagai warisan atau tradisi. Ketiga, menekankan sebagai kebudayaan yang normative, yakni kebudayaan sebagai cara aturan dan jalan hidup manusia, dan juga di tekankan tentang cita-cita, nilai-nilai dan kelakuan. Keempat, pendekatan secara psikologis, kebudayaan sebagai penyesuaian menusia sebagai sekitarnya.
Kebudayaan kultul dalam bahasa sansekerta adalah buddahayah, dalam bentuk jamak dari buddhi yang berate budi atau akal.
E.     UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN.
Unsur kebudayaan adalah komponen-komponen pokok yang terjadi pembentuk suatu kebudayaan. Apakah kebudayaan itu ? untuk mengetahui dan mengenal apakah itu kebudayaan bacalah artikel tentang pengertian dan definisi budaya dan kebudayaan. Kebudayaan secara garis besar dapat didefinisikan sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang dilakukan secara sadar dalam kehidupan masyarakat.
Cipta adalah kemampuan akal pikiran yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Rasa adalah kemampuan indra yang mendorong manusia untuk mengembangkan rasa keindahan yang melahirkan karya-karya seni yang agung.
Karsa adalah kehendak mnusia trhadap adanya kesempurnaan hidup, kemuliaan dan kebahagiaan .
Berdasarkan pengertian dan definisi diatas tentang kebudayaan, maka dapat diketahui bahwa secara umum kebudayaan memiliki (tujuh) unsur penting yang menjadi komponen pokok pembentukan kebudayaan yaitu :
1.        Unsur peralatan dan perlengkapan hidup, seperti : rumah, pakaian, kendaraan,
2.        Unsur matapencaharian, seperti : pegawai, petani, buruh
3.        Unsur system kemasyarakatan, seperti : hokum, kekerabatan,perkawinan
4.        Unsur bahasa baik lisan maupun tulisan, missal : alat komunikasi
5.        Unsur kesenian, seperti : seni tari, seni rupa, seni teater,seni music
6.        Unsur Ilmu pengetahuan, seperti : pengetahuan dan teknologi
7.        Unsur agama dan kepercayaan


F.     WUJUD KEBUDAYAAN
A.       Ciri-ciri dari wujud budaya adalah :
·      Abstrak : sulit diraba dan dilihat bentuknya
·      Tempatnya ada di pikiran individu atau masyarakat
·      Menjadi acuan atau pedoman individu dalam bertingkah laku sehari-hari
·      Relative lebih sulit dalam mengalami perubahaan.
B.             WUJUD TINDAKAN :
Wujud tersebut dinamakan system social, wujud ini bisa di observasi, difoto, dan didokumentasi. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa .
C.        CIRI-CIRI SISTEM SOSIAL(WUJUD BUDAYA PERLAKUAN BERPOLA):
·         Bentuknya lebih konkrit dari pada wujud budaya ide atau gagasan
·         Merupakan penerapan atau perwujudan dari budaya wujud ide
·         Relative mudah berubah
·         Bisa diobservasi atau diamati pola-pola kegiatan sehari-haridalam memenuhi beragam kebutuhan hidupnya.
D.       WUJUD ARTEFAK
Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan karya semua perbuatan manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba,dilihat,dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara tiga wujud kebudayaan tadi.
E.        Ciri-ciri wujud kebudayaan teknologi
a.     Sangat konkrit, dapat dilihat dan diraba wujudnya berupa perlatan atau benda
b.     Paling mudah terjadi perubahan bentuk, karena mudah rusak.
Koenjaraningrat sendiri menawarkan empat wujud kebudayaan, yaitu :
Kebudayaan sebagai nilai idiologis, kebudayaan sebagai system gagasan,kabudayaan sebagai system tingkah laku,dan tindakan yang berpola.dan kebudayaansebagai benda fisik(artifak)(koenjaraningrat 2005)
G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai, menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variationsin in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
a.     Hakekat Hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menggangap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”
b.     Hakekat Karya Manusia
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
c.     Hakekat Alam Manusia
Ada kebudayaan yang menggangap manusia harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah pada alam.
d.     Hakekat Hubungan manusia
Dalam hal ini yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualism (menilai tinggi kekuatan sendiri).


H.    PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga,tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi di lesung di ganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi,peranan buruh tani sebagai buruh penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.itu semua karna terjadi perubahan pada kebudayaan yng berpengaruh kepada masyarakat. Tidak hanya itu perubahan ini juga terjadi pada : kesenian, ilmu pengetahuan,teknologi, filsafat,bahkan perubahan dalam bentuk juga peraturan-peraturan organisasi social
Ada factor yang menghambat terjadnya perubahan budaya, yaitu :
A.       Mendorong perubahan kebudayaan, adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terurtama unsur-unsur teknologi dan ekonomi.
B.       Adanya kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah, missal : adat istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sungkar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tu yang kalot.
Dan ada juga beberapa factor yang terjadinya perubahan .
A.       Factor Intern : Perubahan demokrafis
Perubahan yang terjadi di suatu daerah biasanya cenderung makin bertambah,akan mengakibatkan di beberapa sector kehidupan: bidang perekonomian, pertambahan penduduk,dan memengaruhi persediaan kebutuhan sandang pangan
Konflik social : dapat memengaruhi perubahan kebudayaan dalam sautu masyarakat.
Kaum pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemertintah mengikut sertakan penduduk setempat dalam program pembangunan sama-sama transmigrasi.
Bencana alam : sesuatu yang menimpa masyarakat dapat memengaruhi kebudyaan.
Contohnya tempat-tempat yang rusak perubahan dapat terjadi karna warga setempat beradaptasi dengan tempat tersebut.

B.       Factor Ekstern : Perdagangan.
Indonesia terletak di daerah-daerah perdagangan, itulah sebabnya mereka yang berjualan/ membeli bukan hanya saja melaksanakan proses jual beli tapi mereka juga memperkenalkan kebudayaan mereka.
Penyebaran Agama : masuknya agam hindu ke india atau budaya arab bersamaan dengan proses penyebaran agama Hindu dan islam ke Indonesia,demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proes penyebaran agama Kristen dan koloniallisme.
Peperangan : kedatangan bangsa barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawan keras sehingga terjadi peperangan, dalam suasana tersebut ikut pula unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.

I. KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan meruoakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat di pandang dari berbagai segi. Dalam imu social manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, hubungan manusia dengan kebudayaan, yaitu :
·      Manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan oleh manusia, dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan di nilai sebagai Dwitunggal yang berati walaupun keduanya berbda tetapikeduanya merupakan satu kesatuan. Manusia yang menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

·      Manusia dan kebudyaan atau manusia dengan masyarakat oleh karena itu memiliki hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak bisa lagi membedakan manayang lebih awal muncul manusia atau kebudyaan. Analisa tentang keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar analisis dapat dilakukan dengan cermat.