Senin, 10 November 2014
IBD 6
BAB 6 . MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan itu berasal dari kata derita dari bahsa sansejerta dhara yang artinya menanggung atau menahan yang derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak enak terjadi si hati.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Baik dalam Al Quran maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umunya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
B. SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga benipa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang betheda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan bani, kematian dalam keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius. Tanpa pengobatan anak-anak yang menderita phobia sekolah dapat berkembang menjadi agoraphobia yang parah bila mereka sudah biasa. Kesukarannya adalah, bahwa orang tua sulit membedakan antara kemalasan yang kadang-kadang timbul dan phobia yang sebenarnya.
Umumnya ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli – ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli – ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemanya dan tidak perlu menemukan sebab sebabnya supaya mendapat perawatan dan pengobatan.
C. KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala pennulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-taham gangguan kejiwaan adalah :
gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita balk jasmani maupun rokhaninya
usaha mempertahankan diri dengan cars negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pads orang yang tidak menderita ganguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
a. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sexing menyebabkan yang bei angkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
b. terjadinya konflik sosial budaya akibat nonna berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tua yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu.
c. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
PENDERITAAN DAN PERJUANGAN.
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
PENDERITAAN, MEDIA MASA, DAN SENIMAN
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda diCondet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga pars pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia tenitama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/ azab Tuhan
PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bemiacam-macam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kernudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dart penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
Apabila sikap negatif dan sikap positif.ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
TUGAS IBD BAB 5
BAB 5 MANUSIA DAN KEINDAHAN
A. KEINDAHAN
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. . Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tank yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu barn dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Perancis–“beau”, sedang Italia dan spanyol “belld’ berasal dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk’ pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum. Menurut cakupannya orang hams membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan raja. Disamping itu-terdapat pula perbedaan menunit luasnya pengertian, yakni:
a) keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan dalam arti estetis mumi
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur.) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi
keindahan seni
keindahan alam
keindahan moral
keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat.
Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits (beaty is unity of formal relations of our sense perceptions).
Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu ha! lainnya (instrumental/contributory. value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat balk dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
(1) puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bans, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila
APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.
KEINDAHAN MENURUT PADNAGAN ROMANTIK
Dalam buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beuty is a joy forever
its loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness
Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dalam sajak di atas, Keats mengambil bahannya dari Endymion yang terdapat dalam mitologi Yunani kuno. Endymion dalam mitologi itu sendiri mempakan penjabaran dari konsep keindahan pada jaman Yunani kuno. Menurut mitologi Yunani ini, Endymion adalah seorang gembala yang oleh pars dewa diberi keindahan abadi. Dia selalu muda, selamanya tidur, dan tidak pemah diganggu oleh siapapun. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jurnlahnya. Mereka mempunyai negatif capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.
Rabu, 05 November 2014
3. KONSEP ILMU BUDAYA
DASAR DALAM KESUSASTRAAN.
A. PENDEKATAN
KESUSASTRAAN.
Seni termasuk memegang
peranan yang penting. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai
kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat
dalam filsafat atau agama. Dibandingkan dengan cabang “The Humanities” yang
lain. Seperti bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilainilai
kemanusiaan yang disampaikan normative.
Seni adalah ekspresi
yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena
nonnormatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel baik isinya maupun
cara penyampaiannya.
Hamoir setiap jaman,
seni memiliki peranan yang penting, karena sastra menggunakan bahsa, sementara
itu bahasa mempunyai kemamouan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan
manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan
filsafat, manusia menggunakan bahsa. Dalam usahanya untuk memahami alam
semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia menggunakan bahasa.
Sastra juga didukung
oleh cerita, dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan lebih mudah
mengemukakan gagasan dalam bentuk yang tidak normative. Seni yang lain juga
menarik cerita tetapi ada kesulitan saat mengemukakan gagasannya. Misalnya pada
music dan tarian kata-katanya akan larut padamelodi dan pada gerakannya.
IBD adalah salah satu mata
kuliah yang diberikan dalam satu semester. Sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak
dimasukkan untuk menddik ahli-ahli dalam salah satu bidang-bidang keahlian yang
termasuk dalam pengetahuan budaya “The Hmanities”. Akan tetapi IBD semata-mata
sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara
memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai
budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra misalnya, manusia tidak perlu
mengetahui sejarah sastra, teori sastra. Memang seperti cabang-cabang The
Humanities lainnya, dalam ilmu budaya dasar sastra tidak diajarkan sebagai
salah satu disiplin ilmu sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas
masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih
humanus. Demikian juga filsafat, music, senirupa, dan lain-lain.
B. BUDAYA YANG
DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa adalah salah sau
jenis tulisan yang dibedakan dengan Puisi karena variasi ritme (rhytm) yang
dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti
leksikalnya. Kata prosa berasa dari bahasa latin “prosa” yang berarti “terus
terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu
fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah,
novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya prosa juga
dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah
prosa bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru
adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
Unsur-unsur intrinsic
salam prosa :
·
Tema inti dari prosa yang disampaikan
.
·
Amanat atau Pesan nasihat yang disampaikan
pada pembaca
·
Plot atau Alur rangkaian pristiwa
yang berbentuk cerita
·
Perwatakan atau karakteristik atau
juga penokohan adalah cara sipengarang membentuk, menyampaikan, menggambarkan
watak tokoh
·
Sudut pandang adalah cara pengarang
menempatkan diri
·
Sudut pandang orang pertama adalah
pengarang sebagai sipelaku
·
Sudut pandang org ketiga adalah
pengarang bukan sebagai pelaku
·
Latar atau seting adalah gambaran
atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi, atau suasana berlangsungnya
peristiwa.
·
Gaya bahasa adalah corak pemakaian
bahsanya.
Jenis-jenis didalam prosa
Prosa lama :
1.
Dongeng
Merupakan cerita yang bnayak diwarnai pristiwa yang tidak
masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contohnya : SIKANCIL YANG CERDIK atau
PUTRI TIDUR
2.
Hikayat
Karya sastra lama yng berbentuk riwayat yang mengisahkan
hal-hal diluar kenyataan yang berkembang dilingkungan istana
v Bersifat istana sentris
v Anonym
v Berkembang secara stetis
v Bersifat imajinatif, bersifat khayalan
v Lisan, karena disebarkan lewat mukut ke mukut
v Memakai nahsa KLISE
v Bersifat logis menggunakan logika sendiri sesuai dengan logika sendiri
3.
Sejarah
Cerita yang perna terjadi di masa lampau, contoh : batu malinkundang atau
batu menanggis
Prosa
Baru :
1.
Cerita pendek
2.
Roman/novel
3.
Biografi
4.
Kisah
5.
Otobiografi
C. NILAI-NILAI DALAM
PROSA FIKSI
Sebagai karya sastra
yang mengandung unsur cerita secara langsung atau tidak langsung membawakan
moral, pesan atau cerita berate prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh
pembaca lewat sastra, yaitu:
a.
Prosa fiksi memberikan kesenangan
b.
Prosa fiksi memberikan informasi
c.
Prosa fiksi memberikan warisan
kultural
d.
Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra
dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø Karya sastra menyurakin aspirasi zaman, mengajak pembaca untuk mengikuti
apa yang dikehendaki jamannya.
Ø Karya sastra yang menyurakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak
pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi merenung.
contoh prosa
BUKU LAYAR BERKEMBANG
Karya SUTAN TAKDIR
ALISYAHBANA
Ditepi jalan terlihat
kepadanya beberapa batang berkemabang setahun yang lebat berbungga.
“hei, Kembang setahun
tumbuh disini ? betapa indah rupa sebanyak bungannya “
Sementara yusuf dengan
pesat mengamati gadis yang dekat dihadapannya itu. Rambutnya yang hitam lebat
terenyam. Mukanya yang merah bercahaya tersenyum ditahan. Sebentar terasa
kepadanya tangan yang halus itu begetar pad dada bajunya.
Dari mulut keluarlah
ucapan, agak bergetaran tetapi menyeruakkan kepastian seseorang yang yakin akan
kemungkinannya.
“tetapi tangan ini saya
hendak menyimpannya juga”
Maria tiada membantah,
tetapi mukanya yang pucat itu dia tundukkan kebawah tanpa berkata apa-apa.
Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya, mesra
seperti hendak tiad dilepaskannya lagi. Perlahan-lahan yusuf mengangkat muka
maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya.
“maria lihat saya
sebentar”
Pada mata maria tampak
padanya berlinang air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk
pertama kali seumur hidupnya.
“maria,maria tahulah
engkau sayan cintai kepadamu?”
Badan maria melemah
jatuh ke tangan yusuf dan seraya menengadah dengan pandangan penyerahan, keluar
kepadanya bisik lesu hamper-hampir tidak kedengaran.
“lama benar engkau
menyuruh saya menanti katamu..”
Didalam kutipan tadi
terlihat betapa mesra kedua orang remaja merintis cinta kasih. Melalui
perkenalan, tamasya barulah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada maria.
Cinta yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama menanti kata cinta yang
dikatakan yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi
hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekuensinya juga
kaitannya.
D. ILMU BUDAYA DASAR
YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi merupakan karya
sastra dan tidak ada hubungannya dengan IBD tapi seni sastra juga merupakan
bagian dari kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan.
Puisi adalah ekspresi
pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan, melalui media
bahasa dengan arististik/ estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan dengan
kata-kata jadi disimpulkan bahwa puisi merupakan ungkapan jiwa dari penulisnya.
Puisi dapat digambarkan
apa-apa saja yang dirasakn oleh sipenulis. Kepuitisan, keartistikan atau
keestetikan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun
puisinya dengan menggunakan FIGURA BAHASA, seperti gaya personifikasi,
metafora, perbandingan, alegori,dll.
Kata-kata ambiquitas
yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir :
Kata yang berjiwa,
yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang
konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa asosiasi
tertentu.
Pengulangan yang
berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih
menggungah hati.
Beberap alas an mengapa
puisi dikaitkan dengan Ilmu Budaya Dasar .
1.
Karena puisi merupakan kesenian dan
kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan.
2.
Puisi mencerminkan budaya sipenulis
3.
Puisi memiliki berbagai gaya bahsa
dan bahasa adalah salah satu unsur dari kebudayaan
Contoh dari puisi :
Memilih
Karya : hazizah hafizah
Hilang sudah fikiranku
Hidupku yang bahagia sudah tiada
Hilang sudah kebahagianku
Menghilang satu dari hidupku
Memilih ?
Aku tidak ingin kehilangan
Ku tidak ingin hidupku kurang
Aku hanya ingin segenggam
kebahagianku
Satu kekasihku, satu keluargaku
Apakah hidup memang harus memilih ?
Tuhan ? apakah aku memang diharuskan
memilih ?
Aku tak ingin kebahagianku yang
sedikit ini berkurang
Tuhan
Aku mencintai keduanya
Apa ini hidup ?
Apa ini yang kujalani ?
Aku tak ingin memilih !
Aku tak ingin kehilangan !
Aku ingin bahagia, bersama mereka
Tanpa harus memilih !
PUSTAKA :
(sumber buku MKDU Ilmu Budaya Dasar, Widyo Nugroho, Achmad Muchji penerbit
Gnadarma)
http://wikipedia.pengertian.manusia. Bersadarkan.ilmubudayadasar.pdf
DAFTAR ISI
MANUSIA
HAKEKAT MANUSIA
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
PENGERTIAN BUDAYA
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
WUJUD KEBUDAYAAN
ORIENTASI NILAI BUDAYA
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
1.
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN .
Manusia dan kebudayaan adalah
hal penting yang terkait antara satu sama lain. Di dalam bab 2 ini akan menjelaskan tentang manusia dan
kebudayaan. Dan disini akan diberikan uraian yang lebih kuat tentang pembahasan
IBD.
A. MANUSIA
Manusia di dunia
mempunyai salah satu peranan yang penting dan juga unik, serta dapat dipandang dari
banyak segi. Dari ilmu ekstakta manusia di pandang sebagai kumpulan-kumpulan
partikel atom yang memiliki jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia
(Ilmu Kimia). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling
terkait atu sama lain dan merupakam kumpulan dari energy (Ilmu fisika). Manusia
merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan jenis mamalia (Ilmu
Biologi). Dan dalam Ilmu social, manusia adalah makhluk yangselalu ingin
memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan kegiatannya, sering disebut
dengan “Homo Economicus” (Ilmu Ekonomi), manusia merupakan makhluk social yang
tidak dapat berdiri sendiri (Sosiologi).mahkluk yang selalu ingin mempunyai
kekuasaan (politik), mahkluk yang berbudaya, sering disebut “Homo Humanus”
(filsafat).
Dua pandangan yang
akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun
manusia.
a.
Manusia terdiri dari empat unsur,
yaitu :
v Jasad : badan kasar manusia yang
Nampak luarnya, dapat diraba, dirasakan dan dapat menempatkan waktu pada
dirinya bersifat nyata
v Hayat : mengandung unsur hidup yang
ditandai dengan gerak.
v Ruh : bimbingan dari pimpinan
tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu
kemampuan yang menciptakan sifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya
kebudayaan.
b.
Manusai sebagai satu kepribadian,
yaitu :
v Id yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan yang
paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni atau energy psikis yang
menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex yang secara
instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran (unconcius).
v Ego, mruoakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali di
bedakan dari id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena
peranannya dalan penguhungan energy id ke dalam saluran social yang dapat
dimengerti oleh orang lain.ego akan berkembang apa satu atau dua tahun, dan
pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungan sekitarnya,
v Superego, merupakan sturuktur kepribadia paling akhir muncul superego ini
kira-kira pada usia 5 tahun beda dengan Id dan Ego superego ini terbentuk dari
lingkungan eksternal.
B. HAKEKAT MANUSIA.
a.
Hakekat
manusia.
Tubuh, tubuh itu yang bisa dilihat, diraba, dan dirasakan namun tubuh
tidak bersifat abadi jika menusia meninggal maka tubuh akan lenyap dan
menghilang(hancur). Jiwa, jiwa berada dalam tubuh manusia bersifat abadi, tidak
terlihat dan abstrak, jika manusia meninggal maka jiwa akan lepas dari tubuh
dan akan kembali ke asalnya yaitu Tuhan . jiwa tidak akan hancur karna jiwa
adalah Roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber
kehidupan.
b.
Makhluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaan tercipta dari adab dan budaya, karna manusia diciptakan
dengan akal, pikiran, perasaan dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa
manusia.dengan akal dan pikiran mereka dapat mencipakan ilmu pengetahuan dan
teknologi, adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia menciptakan
keindahan, ketentraman dan kebaikan. Dan dengan perasaan manusia mampu
mencipakan seni , dalam diri manusia perasaan dibagi menjadi dua yaitu perasaan
inderawi dan perasaan rohani .
Perasaan inderawi itu adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra,
tingkatannya rendah dan terdapat pad manusia atau juga binatang. Perasaan
rohani adalah perasaaan yang luhur yang terdapat pada manusia :
1. Perasaan intelektual ini penyangkut tentang pengetahuan, misalnya
seseorang merasa senang bila mereka mengetahui sesuatu atau juga mereka akan
sedih jika merka tidak mengetahuimya.
2. Perasaan estetis ini menyangkut dengan keindahan misalnya seseorang akan
merasa senang apabila melihat atau mrasakan atau mndengar sesuatu yang
menurutnya indah dan akan kesal apabila tidak indan menurutnya.
3. Perasaan etis perasaan ini menyangkut tentang kebaikan dia akan merasa
senang bila merasa sesuatu itu baik dan merasa kesal apabila merasa sesuatu itu
jahat.
4. Perasaan diri ini menyangkut tentang harga diri karena ada kelebihan diri
dari yang lain misalnya dia merasa angkuh, sombong dan bangga yang belebihan
karena kelebihan yang dia peroleh dan merasa rendah apabila merasa banyak
kekurangannya dari yang lain .
5. Perasaan social, ini menyangkut tentang perkelompok antara satu sama
lain, misalnya melihat orang lain senang maka dia juga akan ikut senang, atau
melihat orang sedih dia juga akan ikut sedih dalam arti ikut merasa kehidupan
orang lain.
6. Perasaan religious perasaan yang berperanan dengan agama atau
kepercayaan. Seorang merasa tentram jiwanya apabila ia tawakal kepada tuhannya.
c.
Makhluk
biokultular, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
Manusia adalah produk dari saling berinteraksi dari factor-faktor hayati
dan budayawi, sebagai makhluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi
fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi,
evolusi biologisnya, dan lain-lain. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat
dipelajari dari segi kekerabatan, kemasyarakatan, psikologi social,
kesenian,ekonomi, perkakas, bahasa, dan lainlain.
d.
Makhluk
ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan
martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang fisuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia
dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk almiah yang terikat dengan
lingkungannya (ekologi), memiliki sifat-sifat lamiah dan tunduk pada sifat
alamiah juga.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf yaitu, estatis, etis, dan religious.
Dengan kehidupan estatis manusia mampu menangkap kehidupan dunia disekitarnya
sebagai kehidupan yang mengagumkan, dalam kehidupan etis manusia meningkatkan
kehidupan etatis kedalam tingkatan manusiawi dalam bentuk keputusan yang bebas
dan dapat dipertanggung jawabkan. Dan dengan kehidupan religious manusia
menghayati pertemuannya dengan tuhan.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR.
Kepribadian bangsa timur merupakan yang menganut budaya dari Timur
(Asia,&Timur-Tengah), yang menunjukkan keKhasan dan pola piker dan kebiasaa
mereka yang di dapat dari daerah Timur, kepribadian bangsa timur pada umumnya
merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat
toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktip dalam mengutarakan
aspirasi rakyat. Seperti di Negara Korea, dalam berdemokrasi mereka duduk
sambil memegang poster protes dan di Negara Thailand mereka berdemokrasi dengan
tertib dan damai. Kepribadian bangsa timur juga identic dengan tutur kata yang
lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri
khas dalam berbagai Negara yang mencerminkan Negara tersebut memiliki suatu
kepribadian yang unik, misalnya Masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa,
sebagian mereka bertutur kata yang lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa
aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang-orang dulu
yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun
keturunannya.
D. PENGERTIAN BUDAYA
Kebudayaan berasal dari kata kultur yang dalam bahasa latin adalah
cultural (kata kerjanya, colo, colore) dan artinya memelihara atau mengerjakan,
mengolah. Pengertian ini berkembang menjelang abad 18 melalui karangan herder
tentang sejarah semesta, Ideen Zur Geschicte de Menscheit, dan karangan Klem
berjudul Allagemeine Culturgesschichte der Menscheit. Dalam analisa kedua tokoh
ini perkataan kultur atau kebudayaan dalam arti yang modern mendapat arti
tingkat kemajuan, yaitu tingkat pengerjaan atau pengolahan yang dicapai manusia
pada suatu ketika dalam perjalanan sejarah. Lebih jauh Alis Jahbana menyebutkan
bahwa terdapat (tujuh) pengolahan definisi kebudayaan, yaitu pertama menekankan
kenyataan bahwa budaya itu adalah suatu keseluruhan yang kompleks, yang terjadi
dari unsur-unsur yang berbeda seperti pengetahuan, kepercayaan, seni, hokum,
moral, adat istiadat, dan segala kecakapan yang lain yang diperoleh manusia
sebagai anggota masyarakat. Kedua, menekankan sejarah kebudayaan, yang
memandang kebudayaan sebagai warisan atau tradisi. Ketiga, menekankan sebagai
kebudayaan yang normative, yakni kebudayaan sebagai cara aturan dan jalan hidup
manusia, dan juga di tekankan tentang cita-cita, nilai-nilai dan kelakuan.
Keempat, pendekatan secara psikologis, kebudayaan sebagai penyesuaian menusia
sebagai sekitarnya.
Kebudayaan kultul dalam bahasa sansekerta adalah buddahayah, dalam bentuk
jamak dari buddhi yang berate budi atau akal.
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN.
Unsur kebudayaan adalah komponen-komponen pokok yang terjadi pembentuk
suatu kebudayaan. Apakah kebudayaan itu ? untuk mengetahui dan mengenal apakah
itu kebudayaan bacalah artikel tentang pengertian dan definisi budaya dan
kebudayaan. Kebudayaan secara garis besar dapat didefinisikan sebagai hasil
cipta, rasa dan karsa manusia yang dilakukan secara sadar dalam kehidupan
masyarakat.
Cipta adalah kemampuan akal pikiran yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Rasa adalah kemampuan indra yang mendorong manusia untuk mengembangkan
rasa keindahan yang melahirkan karya-karya seni yang agung.
Karsa adalah kehendak mnusia trhadap adanya kesempurnaan hidup, kemuliaan
dan kebahagiaan .
Berdasarkan pengertian dan definisi diatas tentang kebudayaan, maka dapat
diketahui bahwa secara umum kebudayaan memiliki (tujuh) unsur penting yang
menjadi komponen pokok pembentukan kebudayaan yaitu :
1.
Unsur peralatan dan perlengkapan
hidup, seperti : rumah, pakaian, kendaraan,
2.
Unsur matapencaharian, seperti :
pegawai, petani, buruh
3.
Unsur system kemasyarakatan, seperti :
hokum, kekerabatan,perkawinan
4.
Unsur bahasa baik lisan maupun tulisan,
missal : alat komunikasi
5.
Unsur kesenian, seperti : seni tari,
seni rupa, seni teater,seni music
6.
Unsur Ilmu pengetahuan, seperti :
pengetahuan dan teknologi
7.
Unsur agama dan kepercayaan
F. WUJUD KEBUDAYAAN
A. Ciri-ciri dari wujud budaya adalah :
· Abstrak : sulit diraba dan dilihat bentuknya
· Tempatnya ada di pikiran individu atau masyarakat
· Menjadi acuan atau pedoman individu dalam bertingkah laku sehari-hari
· Relative lebih sulit dalam mengalami perubahaan.
B. WUJUD TINDAKAN :
Wujud tersebut dinamakan system social, wujud ini bisa di observasi,
difoto, dan didokumentasi. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa .
C.
CIRI-CIRI SISTEM SOSIAL(WUJUD BUDAYA
PERLAKUAN BERPOLA):
·
Bentuknya lebih konkrit dari pada
wujud budaya ide atau gagasan
·
Merupakan penerapan atau perwujudan
dari budaya wujud ide
·
Relative mudah berubah
·
Bisa diobservasi atau diamati
pola-pola kegiatan sehari-haridalam memenuhi beragam kebutuhan hidupnya.
D. WUJUD ARTEFAK
Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan dan
karya semua perbuatan manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal
yang dapat diraba,dilihat,dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di
antara tiga wujud kebudayaan tadi.
E.
Ciri-ciri wujud kebudayaan teknologi
a. Sangat konkrit, dapat dilihat dan diraba wujudnya berupa perlatan atau
benda
b. Paling mudah terjadi perubahan bentuk, karena mudah rusak.
Koenjaraningrat sendiri menawarkan empat wujud kebudayaan, yaitu :
Kebudayaan sebagai nilai idiologis, kebudayaan sebagai system gagasan,kabudayaan
sebagai system tingkah laku,dan tindakan yang berpola.dan kebudayaansebagai
benda fisik(artifak)(koenjaraningrat 2005)
G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai, menurut
C.Kluckhohn dalam karyanya Variationsin in Value Orientation (1961) system
nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima
masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
a. Hakekat Hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem, ada yang
berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan
tertentu menggangap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”
b. Hakekat Karya Manusia
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, ada yang berpandangan
mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini
atau masa yang akan datang.
c. Hakekat Alam Manusia
Ada kebudayaan yang menggangap manusia harus mengeksploitasi alam atau
memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan
manusia harus harmonis dengan alam dan manusia harus menyerah pada alam.
d. Hakekat Hubungan manusia
Dalam hal ini yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik
secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada
tokoh-tokoh). Ada pula yang berpandangan individualism (menilai tinggi kekuatan
sendiri).
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi
karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda
sehingga,tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis
teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi di lesung di ganti
oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi,peranan buruh tani sebagai
buruh penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.itu semua karna terjadi perubahan
pada kebudayaan yng berpengaruh kepada masyarakat. Tidak hanya itu perubahan
ini juga terjadi pada : kesenian, ilmu pengetahuan,teknologi, filsafat,bahkan
perubahan dalam bentuk juga peraturan-peraturan organisasi social
Ada factor yang menghambat terjadnya perubahan budaya, yaitu :
A. Mendorong perubahan kebudayaan, adanya unsur-unsur kebudayaan yang
memiliki potensi mudah berubah, terurtama unsur-unsur teknologi dan ekonomi.
B. Adanya kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah, missal : adat
istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sungkar menerima unsur-unsur perubahan
terutama generasi tu yang kalot.
Dan ada juga beberapa factor yang terjadinya perubahan .
A.
Factor Intern : Perubahan demokrafis
Perubahan yang terjadi di suatu daerah biasanya cenderung makin
bertambah,akan mengakibatkan di beberapa sector kehidupan: bidang perekonomian,
pertambahan penduduk,dan memengaruhi persediaan kebutuhan sandang pangan
Konflik social : dapat memengaruhi perubahan kebudayaan dalam sautu
masyarakat.
Kaum pendatang dengan penduduk setempat di daerah transmigrasi, untuk
mengatasinya pemertintah mengikut sertakan penduduk setempat dalam program
pembangunan sama-sama transmigrasi.
Bencana alam : sesuatu yang menimpa masyarakat dapat memengaruhi
kebudyaan.
Contohnya tempat-tempat yang rusak perubahan dapat terjadi karna warga
setempat beradaptasi dengan tempat tersebut.
B.
Factor Ekstern : Perdagangan.
Indonesia terletak di daerah-daerah perdagangan, itulah sebabnya mereka
yang berjualan/ membeli bukan hanya saja melaksanakan proses jual beli tapi
mereka juga memperkenalkan kebudayaan mereka.
Penyebaran Agama : masuknya agam hindu ke india atau budaya arab
bersamaan dengan proses penyebaran agama Hindu dan islam ke Indonesia,demikian
pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proes penyebaran agama Kristen
dan koloniallisme.
Peperangan : kedatangan bangsa barat ke Indonesia umumnya menimbulkan
perlawan keras sehingga terjadi peperangan, dalam suasana tersebut ikut pula
unsur-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
I. KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Manusia dan kebudayaan meruoakan dua hal yang sangat erat terkait satu
sama lain. Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat di
pandang dari berbagai segi. Dalam imu social manusia merupakan makhluk yang
ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan,
hubungan manusia dengan kebudayaan, yaitu :
· Manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang
dilaksanakan oleh manusia, dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan di nilai
sebagai Dwitunggal yang berati walaupun keduanya berbda tetapikeduanya
merupakan satu kesatuan. Manusia yang menciptakan kebudayaan, dan setelah
kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai
dengannya.
· Manusia dan kebudyaan atau manusia dengan masyarakat oleh karena itu
memiliki hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang
ini kita tidak bisa lagi membedakan manayang lebih awal muncul manusia atau
kebudyaan. Analisa tentang keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan
masalah dan waktu agar analisis dapat dilakukan dengan cermat.
Langganan:
Postingan (Atom)