Kamis, 12 November 2015
Ekonomi dalam kehidupan di dunia nyata dan dunia maya
A. Ekonomi di Dunia Nyata
1. Perekonomian indonesia sejak krisis Ekonomi pada pertengahan 1997 membuat kondisi ketenagakerjaan indonesia ikut memburuk. Sejak saat itu, pertumbuhan ekonomi indonesia juga tidak pernah mencapai sampai 7-8 persen. Padahal, masalah pengangguran erat kaitannya dengan pertubuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi ada, otomatis penyerapan tenaga kerja juga ada. Setiap ekonomi yang masuk sekitaran satu persen maka penyerapan ketenagakerjaan yang masuk sekitaran 400 orang. Jika ekonomi yang masuk di indonesia sekitaran 3-4 persen, tentunya hanya akan menyerap 1,6 juta tenaga kerja, sementara pencari kerja mencapai rata-rata 2,5 juta pertahun . sehingga, setiap tahun pasti ada sisa pencari yang tidak memperoleh pekerjaan dan menimbulkan jumlah pengangguran di indonesia makin bertambah.
B. Ekonomi Di Dunia Maya
2. Perkembangan Ekonomi DigitalPerkembangan teknologi mempengaruhi akan perkembangan ekonomi dunia. Salah satu faktor yang mendukung perkembangan ekomoni menjadi ekonomi digital, dimana proses dan pengunaannya sudah menggunakan jaringan internet. Dalam tahun ke tahun banyak sekali terlihat kemajuan inovasui terutama pada teknologi informasi dan telekomunikasi, sehingga pada akhirnya berdampak pula pada bisnis serta ekonomi dalam masyarakat, sebagai bentuk perkembangannya yang dilandaskan oleh IPTEK , ekonomi inovasi , ekonomi baru , ekonomi online, serta ekonomi digital. Menurut Tapscott , kosep ekonomi digital merupakan sebuah system ekonomi dan sosiopolitik dengan memiliki suatu karateristik sendiri sebagai ruang inteligen , dimana terdapat informasi, bermacam- macam akses informasi serta dalam kapasitas komunikasi dan proses informasi. Beberapa komponen pada ekonomi digital yaitu aktivitas commerece dari berbagai perusahaan dan individu , industry TIK , adanya wada pendukung pada penjualan – penjualan jasa maupun barang dengan menggunakan internet, distribusi digital barang dan jasa. Don Tapscott membagi ekonomi digital dengan dua belas karakteristik yang perlu di pahami oleh para manajemen adalah knowledge , digitazion , Virtualization , Molecularization , Prosumption , Immediacy , Globlization , Discordance , Internetworking , Disintermediation , Convergence , dan Innoavation. Penjelasan yang dimaksud dari knowledge atau pengetahuan adalah sumber terpenting dimana faktor intelegensia berasal dari sumber daya manusia pada suatu perusahaan merupakan kunci sukses atau tidaknya organisasi untuk pencapain keberhasilan. pengetahuan teknologi serta perkembangan teknologi akan menciptakan produk kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang bertujuan dan berdasar dalam membantu staff dan maajemen suatu perusahaan. Digitization adalah bentuk proses transformasi dimana dari berbagai bentuk informasi menjadi format “0” dan “1”. Konsep tersebut sangat terlihat sederhana tetapi dapat menampilkan suatu bentuk perubahan besar pada transaksi bisnis. Pada teknologi sekarang dengan mudah dapat melakukan konversi format yang semula analog video dan audio menjadi format digital. Kemajuan teknologi telekomunikasi ini dapat membuat manusia agar saling bertukar informasi dengan kecepatan waktu melalui email atau jaringan internet ke seluruh penjuru dunia . Virtualization merupakan sebuah perangkat bisnis dimana dapat memungkinkan seseorang agar dapat memulai bisnisnya secara sederhana tetapi terjangkau luas. Pada sebuah proses lebih pada transaksi yaitu pertukaran informasi serta data secara virtual, jika tanpa kehadiran fisik antara pihak-pihak atau individu yang melakukan transaksi. Molecularization merupakan sebuahorganisasi yang akan terus bertahan dalam era ekonomi digital. Yang perlu dilihat bahwa jika telah terjun ke dunia maya berhadapan head-to-head dengan perusahaan-perusahaan dunia. Perubahan dan perkembangan merupakan proses wajar yang perlu dilakukan dan dijalankan oleh perusahaan. Menurut Charles Darwin mengatakan bahwa bangsa yang akan bertahan bukanlah yang paling besar atau paling kuat, melainkan yang paling mampu beradaptasi dengan perubahan. Internetworking merupakan sebuah perusahaan yang berkerja sama dengan pihak lain sebagai satu prasyarat untuk dapat berhasil di dunia maya.
Berdasarkan model bisnis yang ditemukan dimana perusahaan terkait dalam menentukan aktivitas inti-nya (core activity) dan bekerja sama dengan institusi lain dengan tujuan membantu melaksanakan proses-proses penunjang (supporting activities). Contohnya adalah vendor teknologi , content partners , pemasok dan sebagainya. Disintermediation merupakan sebuah ciri khas dari ekonomi digital dimana memiliki kencenderungan berkurangnya broker atau mediator sebagai perantara dalam suatu bisnis
sebagai contohnya mediator adalah wholesalers , record companies , retailers , broadcasters, dan sebagainya. Perusahaan yang berperan sebagai mediator dengan sendirinya akan bangkrut karena adanya binis internet. Convergence adalah point penting menuju kesuksesan pada perusahaan melalui bisnis internet yang terletak pada kualitas dan kemampuan perusahaan dalam mengkonvergensikan tiga sektor industri, yaitu: computing, communications, dan content. Komputer adalah inti dari industry dimana computing merupakan pusat syaraf dalam mengolah data dan informasi dalam sebuah transaksi usaha. Persaingan terjadi sebenarnya terletak pada industri content dimana content menrupakan jenis pelayanan atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan kepada pasar di dunia maya. Innovation yang memiliki aktivitas online selama 24 jam, tidak hanya 8 jam kerja seperti perusahaan pada umumnya. Keunggulan kompetitif (competitive advantage ) sulit untuk dipertahankan jika dilihat dari apa yang dilakukan seseorang atau perusahaan internet yang dapat dengan mudah ditiru. Karena itu tiap perusahaan perlu melakukan inovasi secara terus-menerus yang sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan jika ingin terus bertahan. Manajemen perusahaan juga perlu mampu menemukan cara agar para manajemen dan staf dapat berinovasi. Prosumption merupakan ekonomi digital yang mempunyai batasan antara konsumen dan produsen yang tidak begitu terlihat. Semua konsumen dalam teknologi informasi dengan mudah menjadi produsen dimana mereka melakukan penawaran produk dan jasanya kepada masyarakat atau perusahaan lain. Immediacy adalah seorang pelanggan dihadapkan dengan berbagai perusahaan dimana menawarkan produk atau jasa yang sama. Dalam memilih suatu perusahaan, mereka menggunakan tiga kriteria utama. Pada prinsipnya merka yang menjalankan transaksi dengan perusahaan atau pihak lain untuk menawarkan barang atau jasanya secara murah, kualitas baik dan cepat dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki produk sama. Switching cost di internet dilakukan dengan mudah dan murah (low cost), sehingga pelanggan akan terus menerus melihat atau mencari suatu perusahaan yang menawarkan benefit tertinggi. Pada intinya suatu perusahaan harus memiliki kepekaan terhadap kebutuhan serta kepuasan pelayanan tertentu. Globalization adalah hilangnya batas-batas ruang dan waktu (time and space). Pengetahuan atau knowledge sebagai sumber daya utama, tidak pernah mengenal adanya batasan geografis sehingga keberadaan entitas negara menjadi semakin kurang relevan untuk menjalankan konteks bisnis di dunia maya. Kapitalis murni lebih cenderung dalam melakukan bisnisnya dari tempat yang murah dan nyaman, menjual jasa dan produk kepada masyarakat kaya, dan hasil keuntungan yang didapat akan ditransfer serta disimpan di bank yang memiliki record baik dan memberikan bunga terbesar. Segmentasi market selama ini banyak dilakukan berdasarkan batasan waktu dan ruang yang perlu didefnisikan kembali mengingat bahwa masyarakat telah menjadi satu dalam dunia maya, seperti komunitas produsen maupun konsumen. Discordance merupakan proses terjadinya fenomena dalam perubahan struktur sosial dan budaya sebagai dampak konsekuensi logis dalam perubahan atau perkembangan sejumlah paradigma yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Dalam suatu organisasi akan menimbulkan terjadinya pengangguran dimana-mana karena tidak memerlukan banyak pekerja, mata pencaharian para mediator ( brokers ) yang perlahan akan menghilang, para pekerja menjadi workoholic dikarenakan adanya persaingan sangat ketat, adanya pengaruh budaya barat yang menjadi sulit untuk dicegah dikarenakan dapat dengan mudah dan cepat untuk diakses bebas oleh siapa saja melalui internet, dan sebagainya . Jika tidak memiliki kesiapan dalam suatu organisasi dalam menghadapi berbagai macam kemungkinan baik yang akan berdampak negatif yang timbul merupakan akibat buru bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Langganan:
Postingan (Atom)