Rabu, 05 November 2014

3. KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN.
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN.
Seni termasuk memegang peranan yang penting. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibandingkan dengan cabang “The Humanities” yang lain. Seperti bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilainilai kemanusiaan yang disampaikan normative.
Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena nonnormatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Hamoir setiap jaman, seni memiliki peranan yang penting, karena sastra menggunakan bahsa, sementara itu bahasa mempunyai kemamouan untuk menampung hamper semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri yang kemudian melahirkan filsafat, manusia menggunakan bahsa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia menggunakan bahasa.
Sastra juga didukung oleh cerita, dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan lebih mudah mengemukakan gagasan dalam bentuk yang tidak normative. Seni yang lain juga menarik cerita tetapi ada kesulitan saat mengemukakan gagasannya. Misalnya pada music dan tarian kata-katanya akan larut padamelodi dan pada gerakannya.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester. Sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimasukkan untuk menddik ahli-ahli dalam salah satu bidang-bidang keahlian yang termasuk dalam pengetahuan budaya “The Hmanities”. Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra misalnya, manusia tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra. Memang seperti cabang-cabang The Humanities lainnya, dalam ilmu budaya dasar sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, music, senirupa, dan lain-lain.
B. BUDAYA YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Prosa adalah salah sau jenis tulisan yang dibedakan dengan Puisi karena variasi ritme (rhytm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasa dari bahasa latin “prosa” yang berarti “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya prosa juga dibagi dalam dua bagian, yaitu prosa lama dan prosa baru. Prosa lama adalah prosa bahasa Indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat, dan prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun.
Unsur-unsur intrinsic salam prosa :
·         Tema inti dari prosa yang disampaikan .
·         Amanat atau Pesan nasihat yang disampaikan pada pembaca
·         Plot atau Alur rangkaian pristiwa yang berbentuk cerita
·         Perwatakan atau karakteristik atau juga penokohan adalah cara sipengarang membentuk, menyampaikan, menggambarkan watak tokoh
·         Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
·         Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai sipelaku
·         Sudut pandang org ketiga adalah pengarang bukan sebagai pelaku
·         Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi, atau suasana berlangsungnya peristiwa.
·         Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahsanya.
Jenis-jenis didalam prosa
Prosa lama :
1.       Dongeng
Merupakan cerita yang bnayak diwarnai pristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contohnya : SIKANCIL YANG CERDIK atau PUTRI TIDUR
2.       Hikayat
Karya sastra lama yng berbentuk riwayat yang mengisahkan hal-hal diluar kenyataan yang berkembang dilingkungan istana
v  Bersifat istana sentris
v  Anonym
v  Berkembang secara stetis
v  Bersifat imajinatif, bersifat khayalan
v  Lisan, karena disebarkan lewat mukut ke mukut
v  Memakai nahsa KLISE
v  Bersifat logis menggunakan logika sendiri sesuai dengan logika sendiri
3.       Sejarah
Cerita yang perna terjadi di masa lampau, contoh : batu malinkundang atau batu menanggis
                                Prosa Baru :
1.       Cerita pendek
2.       Roman/novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi
C. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai karya sastra yang mengandung unsur cerita secara langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita berate prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, yaitu:

a.       Prosa fiksi memberikan kesenangan
b.       Prosa fiksi memberikan informasi
c.        Prosa fiksi memberikan warisan kultural
d.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø  Karya sastra menyurakin aspirasi zaman, mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya.
Ø  Karya sastra yang menyurakan gejolak jamannya, biasanya tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi merenung.
contoh prosa
BUKU LAYAR BERKEMBANG
Karya SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA
Ditepi jalan terlihat kepadanya beberapa batang berkemabang setahun yang lebat berbungga.
“hei, Kembang setahun tumbuh disini ? betapa indah rupa sebanyak bungannya “
Sementara yusuf dengan pesat mengamati gadis yang dekat dihadapannya itu. Rambutnya yang hitam lebat terenyam. Mukanya yang merah bercahaya tersenyum ditahan. Sebentar terasa kepadanya tangan yang halus itu begetar pad dada bajunya.
Dari mulut keluarlah ucapan, agak bergetaran tetapi menyeruakkan kepastian seseorang yang yakin akan kemungkinannya.
“tetapi tangan ini saya hendak menyimpannya juga”
Maria tiada membantah, tetapi mukanya yang pucat itu dia tundukkan kebawah tanpa berkata apa-apa. Seraya melekapkan tangan gadis itu dengan tangan kirinya kepada dadanya, mesra seperti hendak tiad dilepaskannya lagi. Perlahan-lahan yusuf mengangkat muka maria melihat kepadanya dengan tangan kanannya.
“maria lihat saya sebentar”
Pada mata maria tampak padanya berlinang air mata dan mesra meminta menggetarlah suaranya untuk pertama kali seumur hidupnya.
“maria,maria tahulah engkau sayan cintai kepadamu?”
Badan maria melemah jatuh ke tangan yusuf dan seraya menengadah dengan pandangan penyerahan, keluar kepadanya bisik lesu hamper-hampir tidak kedengaran.
“lama benar engkau menyuruh saya menanti katamu..”
Didalam kutipan tadi terlihat betapa mesra kedua orang remaja merintis cinta kasih. Melalui perkenalan, tamasya barulah yusuf dapat mengutarakan cintanya kepada maria. Cinta yusuf diterima bahkan dengan jawaban terlalu lama menanti kata cinta yang dikatakan yusuf. Dapat disimpulkan seseorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekuensinya juga kaitannya.
 D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi merupakan karya sastra dan tidak ada hubungannya dengan IBD tapi seni sastra juga merupakan bagian dari kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur kebudayaan.
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan, melalui media bahasa dengan arististik/ estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan dengan kata-kata jadi disimpulkan bahwa puisi merupakan ungkapan jiwa dari penulisnya.
Puisi dapat digambarkan apa-apa saja yang dirasakn oleh sipenulis. Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahsa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan FIGURA BAHASA, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori,dll.
Kata-kata ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir :
Kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa asosiasi tertentu.
Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggungah hati.
Beberap alas an mengapa puisi dikaitkan dengan Ilmu Budaya Dasar .
1.       Karena puisi merupakan kesenian dan kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan.
2.       Puisi mencerminkan budaya sipenulis
3.       Puisi memiliki berbagai gaya bahsa dan bahasa adalah salah satu unsur dari kebudayaan
Contoh dari puisi :
Memilih
Karya : hazizah hafizah


Hilang sudah fikiranku
Hidupku yang bahagia sudah tiada
Hilang sudah kebahagianku
Menghilang satu dari hidupku

Memilih ?
Aku tidak ingin kehilangan
Ku tidak ingin hidupku kurang
Aku hanya ingin segenggam kebahagianku

Satu kekasihku, satu keluargaku
Apakah hidup memang harus memilih ?
Tuhan ? apakah aku memang diharuskan memilih ?
Aku tak ingin kebahagianku yang sedikit ini berkurang

Tuhan
Aku mencintai keduanya
Apa ini hidup ?
Apa ini yang kujalani ?

Aku tak ingin memilih !
Aku tak ingin kehilangan !
Aku ingin bahagia, bersama mereka
Tanpa harus memilih !








PUSTAKA :
(sumber buku MKDU Ilmu Budaya Dasar,  Widyo Nugroho, Achmad Muchji penerbit Gnadarma)
http://wikipedia.pengertian.manusia. Bersadarkan.ilmubudayadasar.pdf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar