Senin, 21 November 2016

JOB ENRICHMENT

1.     Job Enrichment
1. Job enrichment
Kepuasan kerja mempunyai peranan penting terhadap prestasi kerja karyawan, ketika seorang karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja maka seseorang karyawan merasakan kepuasan dalam bekerja maka seorang karyawan akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang di miliki untuk menyelesaikan tugasnya, yang akhirnya akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang bak bagi perusahaan.
Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketidakpuasan merupakan titik awal dari masalah-masalah yang muncul dalam organisasi seperti kemangkiran, konflik manager-pekerja dan perputaran  karyawan. Dari sisi pekerja, ketidakpuasan dapat menyebabkan menurunnya motivasi, menurunnya moril kerja, dan menurunnya tampilan kerja baik.
Job Enrichment adalah memperluas rancangan tugas untuk memberi arti lebih dan memberikan kepuasan kerja dengan cara melibatkan pekerja dengan pekerja perencanaan, penyelenggaran organisasi dan pengawasan pekerjaan sehingga job enrichment bertujuan untuk menambah tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, menambah hak otonomi dan wewenang merancang pekerjaan dan memperluas wawasan kerja.
Job enrichment dapat meningkatkan seseorang dalam otonomi seseorang dalam mengatur pekerjaannya. Misalnya seorang petugas di dalam melakukan pekerjaannya sebelum diatur oleh suatu prosedur yang ketat, di mana dia tidak diberikan wewenang atau hak untuk memilih metode yang di anggap paling efektif, untuk memilih bahan-bahan yang dibutuhkan, atau untuk mengatur pekerjaannya. Perubahan ini akan memberikan tantangan yang lebih besar bagi dia dan diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktifitasnya.
22.      Langkah-langkah dalam resign pekerjaan untuk job enrichment
a.       Menggabungkan beberapa pekerjaan menjadi satu.
·         Menjadi lebih besar
·         Menjadi bervariasi
·         Kecakapan lebih luas
b.      Memberikan modul kerja untuk setiap pekerja.
c.       Memberikan kesempatan pada setiap pekerja untuk mendapatkan tanggung jawab
·         Kesempatan mengatur prosedur kerja sendiri
d.      Memberikan kesempatan pekerja menghubungi kliennya sendiri secara langsung
·         Orang-orang yang berhubungan dengan pelaksanaan kerjanya.
e.       Menciptakan sarana-sarana umpan balik.
·         Pekerja dapat memonitor koreksi diri.
33.      Pertimbangan-p ertimbangan dalam job enrichment
a.       Jika perkerjaan terspesialisir dan sederhana di rancang kembali untuk memotivasi secara intrinsik pada pekerja, maka kualitas pelaksaan kerja pekerja akan meningkat.
b.      Absensi-absensi dan perpindahan kerja akan berkurang.
c.       Dimensi inti yang berkaitan dengan motivasi intrinsik & lapangan kerja ( Hackman dan Oldham ), yaitu :
·         Keragaman keterampilan
·         Jati diri tugas
·         Tugas yang penting
·         Otonom
·         Umpan balik
44.      Berikan contoh langkah-langkah dalam redesign pekerjaan
Misalkan seorang pegawai BUMN akan di naikan jabatannya, namun pegawai tersebut hanya lulusan sarjana S1, tetapi persyaratannya haruys memiliki gelar sarjana S2. Jadi, pegawai tersbeut di biayai oleh perusahaan untuk kuliah lagi agar mendapatkan gelar sarjana S2. Setelah selesai S2, pegawai tersebut diminta untuk melakukan pelatihan. Setelah semua syarat yang di minta sudah terpenuhi, barulah atasan pegawai tersebut mengeluarkan SK untuk menaikan jabatan pegawai tersebut.

Daftar Pustaka
Sunyoto Munandar, Ashar. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi.Jakarta:Universitas Indonesia
Wijayanto, D. (2012). Psikologi Manajemen. Jakarta : PT. Gramedia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar