Jumat, 25 Maret 2016

ORIENTASI KESEHATAN

kesehatan yaitu suatu kondisi atau keadaan secara umum seseorang dari segi semua aspek. Dalam pengertian ini dimaksudkan bahwa kesehatan merupakan tingkat keefisienan dari fungsional dengan atau tanpa metabolisme dari suatu organisme dan juga termasuk manusia. Kesehatan dapat juga diartikan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Menurut Undang-Undang, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pada tahun 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa pengertian kesehatan adalah sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup. Kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik. Seseorang dikatakan sehat apabila ia memiliki tubuh jasmaniah yang sehat, tidak berpenyakit, gizi yang baik, psike (mental) rukhaniyah yang tenang, tidak gelisah, mempunyai kedudukan sosial yang baik, mempunyai kehidupan dan rumah berlindung, serta dihargai sebagai manusia (WHO,1984). Di dalam artikel ini saya akan menjelaskan konsep kesehatan berdasarkan dimensi emosi, intelektual, sosial, fisik, dan spiritual.

KONSEP SEHAT

            Konsep sehat berdasarkan emosi : reaksi kompleks yang mengandung tingkatan aktivitas yang tinggi, dan diikuti perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat. sehat secara emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya seperti marah, senang, sedih, takut, benci,bosan.
Konsep sehat berdasarkan Intelektual : berhubungan dengan kecerdasan dalam berfikir. dimana kita mampu untuk berfikir dalam mengolah informasi dengan baik dan memecahkan masalah yang dihadapi.
           Konsep sehat berdasarkan Sosial : sehat secara sosial adalah sehat dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar tanpa membedakan bedakan ras, agama, suku, status sosial sehingga dapat hidup bersama dengan damai.
Konsep sehat berdasarkan Fisik : Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya,berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar,rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau,selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
           Konsep sehat berdasarkan Spiritual : Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur,mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama danlainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.


SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL

Kesehatan mental tidaklah sejelas ilmu kesehatan kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relative mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesahatan mental sering kali tidak dideteksi. Sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal biasa, bukan sebagai gangguan

>Zaman Prasejarah
Manusia purba sering menglami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, arthritis, penyakit pernapasan dan usus, serta penyempitan pembuluh darah. Tetapi manusia purba benar-benar beusaha mengatasi penyakit mental. Ia memandang dan merawatnya sama seperti halnya dengan penyakit fisik lainnya.
Tetapi sungguh menggembirakan karena pasien sakit mental tetap diperlakukan secra manusiawi. Dalam perkembangan selanjutnya pada waktu sejarah mulai tercatat walaupun ada beberapa pengecualian peradaban-peradaban manusia di tandai dengan penganiayaan terhadap para pasien sakit mental seperti diperlakukan dengan kasar dan kejam serta mereka dipandang sebagai pengganggu masyarakat. Lagi pula dewasa ini orang kadang-kadang memperlakukan para pasien mental tanp belas kasihan dibandinkan dengan orang-orang zaman purba.
Para pendahulu psikiater dan psilokog kita muncul pada zaman purba. Penyakit mental tentu ssaja merupakan bagian dari bidang praktek mereka. Sering kali dukun-dukun ini merupakan para cendikiawan yang lebih baik dari kelompok. Lagi pula hubungan antara agama dan penyakit mental lebih erat dibandingkan dengan hubungan antar agama dan penyakit lain.

>Zaman Pradaban Awal
Dalam semua peradaban awal yang kita kenal di Mesopotamia, mesir, yahudi, india, cina dan benua amerika, imam-imam, tukang sihir merawat orang yang sakit mental. Diantara semua peradaban tersebut sepanjang zaman kuno penyakit mental mulai menjadi hal yang umum. Bersama dngan penderita-penderita lain, kekalutan-kekalutan mental menjadi kawan seperjalanan yang setia bagi manusia padad waktu ia bergerak menuju kehidupan yang teorganisir. Ilmu kedokteran menjadi lebih terorganisir waktu peradaban-peradaban menjadi lebih maju.

>Zaman Renaissesus
Pada aman ini di beberapa Negara eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul. Abad XVII – XX

>Psikiatri
Pada tahun 1800an adalah uaha untuk menolong para pasien sakit mental, tetapi pada akhir abad itu dokter-dokter belum menemukan penyebab-penyebab atau pencegahan, penyembuhan atau perawatan yang efektif terhadap penyakit mental meskipun mereka telah mengklasifikasikan beribu ribu macam keklutan mental. Kemajuan yang meliputi banyak hal pada bidang medis lain membuka peluang pikiran orang terhadap kemungkinan yang semakin banyak dan diantaranya dapat dimasukan pengertian bahwa kesehatan mental/penyakit metal merupakan masalah yag dipecahkan secara ilmiah dan medis. Sebelum abad ke 19 perkembangan dalam kesehatan mental terjadi pada 4 bidang umum; perlakuan teerhadap pasien akit mental yag lbih manusiawi dan rasional oleh masyarakat, lagkah-langkah untuk memperbaiki lembaga-lembaga untuk penyakit mental dan praktek-praktek yang mereeka lakukan, perhatian para penulis besar dan filsuf yang berpegaruh terhadap psikologi dan dampaknya meluas ke zaman kita.

            PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL

1.      Orientasi Klasik

     Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya.Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik.Sedangkan sehat mental artinya tidak ada keluhan mental.Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya aalah kehilangan kontak dengan realitas.Orang-orang seperti itu tidak ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya sendiri secara layak.Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi.Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata "sehat".Sehat atau tidak adanya seseorang secara mental, belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat digolongkan sehat mental.Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.

2.      Orientasi Penyesuaian Diri

        Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena itu kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukkan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata.Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap senagat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sehat mental bukan sesuatu yang absolut. Berkaitan dengan relativitas batasan sehat mental, ada gejala lain yang juga perlu dipertimbangkan. Kita sering melihat seseorang yang menampilkan perilaku diterima oleh lingkungan pada satu waktu dan menampilkan perilaku yang bertentangan dengan norma lingkungan di waktu lain. Contohnya saat melakukan agresi yang berakibat kerugian fisik pada orang lain pada saat suasana hatinya tidak enak tetapi sangat dermawan pada saat suasana hatinya sedang enak. Dapat dikatakan bahwa orang itu sehat mental pada waktu tertentu dan tidak sehat mental pada waktu lain.

3.       Orientasi Perkembangan Potensi

       Setiap orang memiliki kekuatan positif & korektif Pelepasan sumber-sumber yang tersembunyi dari bakat, kreativitas, Energi dan dorongan (Schultz, 991) Keharmonisan antara pikiran dan perasaan dapat mebuat tidakan seseorang tampak matang dan wajar, dalam mencapai beberapa taraf kesehatan jiwa, jika seseorang dapat kesemoatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, bisa menghargai dirinya sendiri dan bisa di hargai oleh orang lain

Sumber :
Dadang Hawari, 1996, Al-Quran i\Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Dana Bakti Prima Yasa

Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Burhanuddin,Yusak. Kesehatan Mental,( Bandung: Pustaka Setia, 1998).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar